Tangerang – DinamikaXpress.com | Suasana memanas menyelimuti Kampung Cijengir, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Warga RT 006 RW 03 berbondong-bondong mendatangi salah satu rumah warga untuk menyampaikan pendapat serta kesaksian mereka atas penangkapan Ketua RT dan RW yang baru menjabat selama satu minggu. Keduanya diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap seorang kontraktor proyek pembangunan ruang sekolah di SMP Negeri 5 Kabupaten Tangerang.
Penangkapan tersebut terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025 di wilayah Citra Raya, dan hingga kini masih menjadi sorotan warga serta media. Masyarakat menyatakan bahwa dana senilai Rp35 juta yang disebut dalam kasus tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan bentuk pemerasan sebagaimana disangkakan oleh aparat penegak hukum.
Ustad M. Baihaky, salah satu tokoh agama di wilayah tersebut, menyatakan bahwa dana itu adalah hasil musyawarah berbagai elemen masyarakat.
“Uang Rp35 juta itu bukan atas kemauan pribadi, melainkan hasil kesepakatan antara Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, dan warga. Dana itu rencananya digunakan untuk membangun fasilitas di Kampung Cijengir,” tegasnya kepada wartawan (01/08/2025).
Senada dengan pernyataan tersebut, Muhammad selaku Ketua RT 01 menjelaskan bahwa komunikasi awal antara warga dan pihak kontraktor berjalan baik dan berdasarkan kesepahaman bersama.
“Awalnya pihak kontraktor datang secara baik-baik dan semua sudah disepakati. Saya pribadi kaget saat membaca berita bahwa Pak RW ditangkap karena pasal 368. Padahal semuanya sudah dimusyawarahkan,” jelasnya.
Sementara itu, Sa’imah, warga RT 01, membantah kabar bahwa warga menghalangi proyek dengan menutup akses jalan.
“Jalan itu ditutup karena kami sedang memperbaiki gorong-gorong untuk mencegah banjir. Itu pun menggunakan dana pribadi dari Pak RW. Beliau baru menjabat satu minggu, tapi sudah rela mengeluarkan uang pribadi demi warga,” katanya.
Warga pun menyerukan kepada aparat penegak hukum agar membebaskan Ketua RT dan RW yang ditahan, serta mendesak agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan adil.
“Kami butuh pemimpin seperti Pak RW, yang peduli dan membantu pemuda mendapatkan pekerjaan. Kalau memang mau diusut, usut semua yang terlibat sejak awal proyek. Jangan hanya Pak RW yang baru menjabat seminggu ini yang dijadikan kambing hitam,” ungkap seorang warga.
Warga Kampung Cijengir berharap keadilan ditegakkan dan semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut diperiksa secara transparan tanpa tebang pilih.
(Arifianti)