Cianjur, DinamikaXpos — SMKN 1 Sukalarang menggelar kegiatan pengolahan sampah anorganik dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobrick sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih sekaligus menumbuhkan karakter Pancawaluya pada peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 14.30 ini melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII dari berbagai jurusan. Dalam pelaksanaannya, siswa membuat ecobrick—botol plastik berukuran 600 ml yang diisi padat dengan potongan kecil sampah anorganik seberat 300 gram. Produk ini nantinya akan dimanfaatkan menjadi tong sampah, kursi, maupun elemen taman sekolah.
Guru Projek IPAS sekaligus Staf Kesiswaan SMKN 1 Sukalarang, Desi Natalia Supardi, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter Pancawaluya: cageur, bageur, pinter, bener, dan singer.
> “Kami ingin menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan nalar kritis siswa agar mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Desi kepada DinamikaXpos.
Selain membuat ecobrick, sekolah juga berencana mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi biogas dan ekoenzim. Setiap jurusan diberi tanggung jawab untuk mengelola kegiatan ini secara mandiri agar lebih efektif dan kondusif.
Kepala SMKN 1 Sukalarang, Mirafuddin, S.Pt., M.M.Pd., menegaskan bahwa kebersihan merupakan bagian dari pembentukan karakter.
> “Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya warga sekolah agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kondusif,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang lomba antarjurusan yang dinilai langsung oleh pihak provinsi. Dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video akan diunggah melalui tautan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Diharapkan, gerakan ini tidak berhenti sebagai proyek sementara, melainkan menjadi kebiasaan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan dan berdaya cipta.
(Jainal/DinamikaXpos)