
Tangerang Kota – Dinamikaxposs.com |
Puluhan warga Kota Tangerang yang tergabung dalam Media Center Indonesia (MCI) bersama masyarakat setempat menggelar aksi damai menolak rencana kenaikan tunjangan anggota DPRD Kota Tangerang, Jumat (17/10/2025) usai salat Jumat. Aksi yang dipimpin para aktivis perempuan (emak-emak) ini berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Tangerang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Masyarakat menilai kenaikan tunjangan yang mencapai Rp70 juta per bulan untuk setiap anggota DPRD tidak wajar dan tidak sejalan dengan kondisi ekonomi warga. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 14 Tahun 2025 tentang tunjangan perumahan dan transportasi, Ketua DPRD menerima Rp78 juta per bulan, Wakil Ketua Rp73,75 juta, dan anggota DPRD Rp71 juta. Jika dihitung total, pendapatan anggota DPRD bisa menembus lebih dari Rp72 juta per bulan, termasuk tunjangan reses sebesar Rp14,7 juta setiap kegiatan.
Dalam aksi tersebut, masyarakat mengajukan tiga tuntutan utama:
1. Penghentian rencana kenaikan tunjangan anggota DPRD.
2. Transparansi penggunaan anggaran daerah dan rincian tunjangan DPRD.
3. Kajian ulang terhadap Perwali No. 14 Tahun 2025 yang dinilai tidak adil.
Endah Prihatiningsih, pengurus DPP MCI Provinsi Banten, menyampaikan kekecewaannya atas sikap DPRD yang dinilai abai terhadap aspirasi rakyat. “Kami hanya ingin suara masyarakat didengar. Jangan sampai DPRD hanya sibuk dengan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Koordinator aksi, M. Soleh, menegaskan bahwa gerakan ini akan berlanjut dengan skala lebih besar jika tuntutan tidak ditanggapi. Ketua MCI DPC Kota Tangerang, Asep WW, menambahkan, “Kami ingin menggugah nurani masyarakat agar bersama memperjuangkan keadilan.”
Kapolsek Tangerang Kota, AKP Suyatno, mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung damai dan tertib. Ia berharap komunikasi dua arah antara masyarakat dan DPRD dapat diperkuat agar aspirasi publik tersampaikan secara efektif.
Aksi juga diwarnai pembagian sembako secara simbolis kepada warga sekitar oleh aktivis perempuan yang hadir dalam demonstrasi tersebut.
(Arifianti)