Jakarta, Dinamikaxpress.com- Ajang pameran Indonesia Defence 2025 Expo & Forum yang berlangsung di JI-Expo Kemayoran Jakarta sejak tanggal 11-14 Juni tidak hanya diramaikan oleh perusahaan alutsista luar negeri saja. Salah satu industri dalam negeri yakni PT Sari Bahari juga turut menjadi salah satu peserta dalam ajang pameran internasional tersebut.

PT Sari Bahari dikenal sebagai perusahaan swasta bergerak di bidang pertahanan yang produk utamanya adalah bom dan amunisi peledak.
Dari halaman resminya, PT Sari Bahari yang berdiri sejak 1993 sudah memenuhi kebutuhan senjata dalam maupun luar negeri.
“Ya untuk produk kami ini pemakai utamanya dari Kemhan dan ada juga yang dari beberapa negara tetangga. Untuk produk kami ini desain aslinya dari Indonesia tapi kami juga ada kerjasama dengan TNI AU. Dan juga lembaga pendidikan seperti universitas dan juga dengan lembaga-lembaga lain seperti badan riset dan inovasi BRIN,” ujar Vice President Director PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha, S.PSi, M.Si (Han).
Bom-bom andalan PT Sari Bahari antara lain P-100, P-250, P-500, dan banyak lagi.
“Kita memang kebanyakan bom cuman mungkin yang paling baru ini ada bom P 250 dan ini yang berpemandu sehingga range atau jaraknya lebih jauh, jadi bom ini adalah bom layang,” jelasnya.
Menurut Putra lagi, yang melatar belakangi dan memotivasi dan perusahaannya untuk memproduksi bom ini adalah karena kecintaan mereka terhadap Indonesia dan bisa ada sampai hari ini karena kepercayaan dari pemerintah.
“Dan ini merupakan sumbangsih besar dari pemerintah atau government will. Dan itu adalah yang utama karena kalau tanpa government will hal ini tidak akan bisa terwujud,” tambah Ir. Ricky Hendrik Egam selaku CEO PT Sari Bahari menambahkan.
Kalau produk kami bom-bom seri P ini biasa untuk pesawat-pesawat standar dari Rusia dan juga di beberapa negara juga sudah pernah dipakai di Vietnam.
Dalam event Indo Defence kali ini kami juga sudah melakukan MoU dengan beberapa pihak dan semoga dapat terus berlanjut ke tahap selanjutnya,” pungkas Putra Prathama Nugraha.
(Reny)