LEBAK, Dinamikaxpress.com — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menggelar Turnamen Terbuka Catur Nonmaster Dimyati Cup di kawasan Food Terrace Maja City, Kabupaten Lebak, Minggu (24/5/2026).
Turnamen tersebut digelar sebagai upaya mengembangkan bakat para pecatur muda sekaligus mendorong lahirnya atlet catur asal Banten yang mampu bersaing di tingkat dunia.
“Turnamen ini untuk mengasah kemampuan para pecatur,” kata Dimyati saat membuka Turnamen Terbuka Catur Nonmaster Dimyati Cup.
Menurutnya, Provinsi Banten memiliki potensi besar dalam cabang olahraga catur. Ia menyebut telah banyak pecatur asal Banten yang berhasil meraih gelar master nasional maupun internasional.
Karena itu, Dimyati berharap semakin banyak turnamen catur digelar guna memberikan ruang kompetisi dan pembinaan bagi para atlet muda.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menyoroti talenta muda asal Kabupaten Tangerang, Nadiv Asadel, yang dinilai memiliki prestasi membanggakan di usia dini.
“Ini bibit dari Banten yang sudah berhasil menembus dunia dalam usia muda,” ujarnya.
Nadiv merupakan siswa SD Sekolah Alam Mekar Bakti Tangerang dan menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang lolos ke ajang FIDE World Cadets Cup 2026 di Georgia, Eropa, untuk kategori usia 8–12 tahun. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 28 Juni 2026.
Dimyati berpesan agar Nadiv terus mengasah kemampuan dengan aktif mengikuti berbagai turnamen, baik di dalam maupun luar negeri.
“Semoga diberi kelancaran dan berhasil menjadi juara,” ungkapnya.
Orang tua Nadiv, Hendriyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan moral dari Wakil Gubernur Banten kepada putranya yang akan mewakili Indonesia di ajang dunia.
“Nadiv satu-satunya peserta kejuaraan dunia dari Indonesia usia 8–12 tahun,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Lebak Ace Sumirsa Ali menjelaskan, Turnamen Terbuka Catur Nonmaster Dimyati Cup berskala nasional dengan peserta berasal dari sejumlah provinsi, di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Sulawesi Selatan.
“Peserta berjumlah 168 orang. Sistem pertandingan yang dipergunakan delapan babak, yaitu setiap peserta diberi kesempatan delapan kali bertanding,” ujarnya. (Red)