Karawang, Dinamikaxpress.com– Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa berhasil menemukan sebanyak 19 individu macan tutul Jawa (Panthera pardus melas), termasuk lima ekor macan kumbang, di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Temuan ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia konservasi, mengingat status macan tutul Jawa yang terancam punah.
Penemuan tersebut terungkap melalui survei kamera jebak (trap camera) yang dipasang di 40 titik strategis sejak Februari 2025. Dalam periode pemantauan, terdeteksi 198 aktivitas satwa liar, dengan 19 di antaranya adalah macan tutul.
Dari hasil identifikasi, terdapat 14 macan tutul non-melanistik dan 5 macan kumbang. Lebih rinci, 17 ekor berusia dewasa dan 2 lainnya masih anak-anak. Perbandingan jenis kelamin menunjukkan 11 betina dan 3 jantan pada macan tutul biasa, sementara macan kumbang terdiri dari 3 betina dan 2 jantan.
“Data ini menegaskan bahwa Pegunungan Sanggabuana masih menjadi salah satu kantong habitat penting macan tutul Jawa,” kata perwakilan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) yang turut terlibat dalam penelitian tersebut.
Selain macan tutul, kamera jebak juga merekam keberadaan satwa langka lain seperti Elang Jawa, kancil, hingga kucing hutan. Fakta ini memperkuat pentingnya kawasan Sanggabuana sebagai ekosistem alami yang masih terjaga.
Kegiatan survei dilakukan atas kerja sama SCF dengan TNI Angkatan Darat. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya melepas tim ekspedisi untuk memetakan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Langkah ini sekaligus menjadi dorongan agar hutan Pegunungan Sanggabuana ditetapkan sebagai kawasan konservasi resmi, guna mencegah ancaman perburuan, alih fungsi lahan, maupun aktivitas lain yang berpotensi merusak habitat satwa liar.
“Dengan temuan ini, kami berharap perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan pusat, agar Sanggabuana bisa dilindungi secara hukum,” ujar tim ekspedisi.
Penemuan 19 macan tutul ini memberi harapan baru bagi upaya pelestarian satwa endemik Jawa yang populasinya diperkirakan terus menurun akibat tekanan manusia. (Red)