Revitalisasi Pasar Kombongan Jakarta Pusat resmi dimulai. Pramono Anung menargetkan seluruh pasar di bawah Perumda Pasar Jaya menerapkan transaksi non-tunai untuk menekan kriminalitas dan meningkatkan ekonomi.
Jakarta, Dinamikaxpress.com – Pemerintah terus mendorong modernisasi pasar tradisional sekaligus digitalisasi transaksi. Pramono Anung menargetkan seluruh pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya menggunakan sistem transaksi non-tunai guna meningkatkan keamanan dan menekan angka kriminalitas.
Sejalan dengan itu, pembangunan ulang Pasar Kombongan yang berlokasi di Jalan Bungur Besar XVII, Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat resmi dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking), Selasa (7/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir, yang secara simbolis memulai revitalisasi pasar.
Chaidir menyampaikan bahwa transformasi pasar tradisional menjadi lebih modern dan inklusif merupakan langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
“Pasar Kombongan ini akan dibangun dengan konsep modern dan ramah difabel. Harapannya dapat memudahkan masyarakat dalam berbelanja,” ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi pasar diyakini mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.
“Jika pasar bersih, nyaman, dan tertata, otomatis perputaran ekonomi akan meningkat. Ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Aristianto, menjelaskan bahwa Pasar Kombongan akan dibangun dengan konsep semi-modern dua lantai.
“Pasar ini akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet, tempat ibadah, serta area parkir kendaraan. Desainnya juga memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas,” jelasnya.
Pasar dengan luas sekitar 2.600 meter persegi tersebut akan menampung sekitar 150 kios dan 47 los. Proyek ini ditargetkan rampung pada triwulan kedua tahun 2026.
“Pembangunan ini diharapkan menghadirkan pasar yang aman, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” tambah Aristianto.
Revitalisasi Pasar Kombongan merupakan bagian dari program besar Perumda Pasar Jaya yang menargetkan pembaruan 10 pasar di wilayah DKI Jakarta, dengan anggaran sekitar Rp15–20 miliar per lokasi yang bersumber dari penyertaan modal daerah (PMD).
Adapun daftar pasar yang masuk program revitalisasi meliputi:
Pasar Sumur Batu
Pasar Ikan Luar Batang (Hexagon)
Pasar Petojo Enclek
Pasar Jatirawasari
Pasar Kalideres
Pasar Gandaria
Pasar Kombongan
Pasar Kwitang Dalam
Pasar Cilincing
Pasar Perumnas Klender
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Dewan Kota Jakarta Pusat, Nasirman Chaniago, yang berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu.
“Pasar ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami juga berharap revitalisasi dapat menyentuh pasar lain seperti Pasar Gardu Asem dan Pasar Serdang yang kondisinya sudah memprihatinkan,” ujarnya.
Dengan dorongan digitalisasi transaksi non-tunai serta revitalisasi fisik pasar, pemerintah berharap ekosistem pasar tradisional di Jakarta dapat menjadi lebih aman, modern, dan kompetitif di era ekonomi digital. (Arifianti)