Tangsel, Dinamikaxpress.com- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengambil langkah serius dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pelayanan publik. Teknologi yang selama ini identik dengan dunia industri dan bisnis kini mulai menjadi bagian dari sistem pemerintahan daerah.
Komitmen tersebut terlihat dari peluncuran platform digital Tangsel One yang dilengkapi dengan agen virtual berbasis AI bernama HELITA AI. Kehadiran layanan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan mudah diakses masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI merupakan bagian dari transformasi digital yang sedang dijalankan pemerintah daerah. Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pencarian informasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
“Sekitar satu bulan lalu kami meluncurkan Tangsel One yang di dalamnya terdapat HELITA AI. Sistem ini dirancang untuk membantu masyarakat maupun aparatur pemerintah mendapatkan informasi secara cepat dan akurat,” ujarnya.
HELITA AI bekerja dengan memanfaatkan data yang telah terintegrasi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui kemampuan mempelajari dan mengolah informasi, sistem tersebut mampu memberikan jawaban atas berbagai kebutuhan masyarakat tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang.
Bagi warga, kehadiran teknologi ini menjadi solusi atas kebutuhan informasi yang selama ini sering terkendala waktu dan keterbatasan layanan tatap muka. Melalui gawai atau perangkat digital, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi pelayanan kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Melayani Tanpa Batas Waktu
Pemanfaatan AI tidak berhenti pada penyediaan informasi umum. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga mulai menerapkannya pada sejumlah layanan teknis, salah satunya di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Melalui sistem berbasis AI, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai perizinan usaha maupun layanan administrasi lainnya selama 24 jam penuh. Kehadiran teknologi ini dinilai mampu mengurangi antrean pelayanan sekaligus mempercepat proses penyampaian informasi kepada masyarakat.
Asep menilai bahwa kemampuan AI dalam memberikan layanan tanpa mengenal batas waktu menjadi salah satu keunggulan yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kalau sebelumnya masyarakat harus menunggu jam kerja untuk memperoleh informasi, sekarang sebagian layanan informasi dapat diakses kapan saja,” katanya.
Arahan Langsung Wali Kota
Transformasi digital yang dilakukan Pemkot Tangsel tidak terlepas dari dorongan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Ia meminta seluruh OPD untuk mulai memahami sekaligus memanfaatkan teknologi AI dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan.
Benyamin menilai perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, aparatur sipil negara dituntut mampu beradaptasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Pemanfaatan AI, menurutnya, bukan untuk menggantikan peran manusia dalam pelayanan publik, melainkan menjadi alat pendukung yang dapat membantu pekerjaan aparatur menjadi lebih efektif dan efisien.
Tantangan Keamanan Data
Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait keamanan data dan privasi pengguna. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyadari bahwa teknologi yang semakin canggih harus diimbangi dengan tata kelola data yang baik.
Asep menegaskan bahwa aspek perlindungan data menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem berbasis AI. Pemerintah daerah terus melakukan pengawasan dan penguatan sistem keamanan agar informasi yang dikelola tetap terlindungi.
“Teknologi AI memang memiliki risiko jika disalahgunakan, tetapi manfaatnya jauh lebih besar apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menuju Kota Cerdas
Langkah Pemkot Tangsel memanfaatkan AI menunjukkan arah pembangunan menuju konsep smart city atau kota cerdas. Integrasi data, digitalisasi layanan, serta pemanfaatan teknologi modern menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif.
Saat ini, layanan HELITA AI paling banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi administrasi kependudukan, seperti pengurusan KTP hilang, dokumen rusak, hingga berbagai layanan perizinan. Selain itu, masyarakat juga mulai memanfaatkan platform tersebut untuk menyampaikan laporan dan keluhan terkait kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan praktis, pemanfaatan AI diperkirakan akan semakin luas di berbagai sektor pemerintahan. Bagi Kota Tangerang Selatan, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan publik yang modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga. (Red)
SPONSOR BERITA



