KOTA BEKASI, Dinamikaxpress.com – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Garda Prabowo menggelar peringatan haul ke-18 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal serta pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung secara khidmat dan sederhana di Sekretariat DPN Garda Prabowo, Jalan Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi.
Ketua Umum DPN Garda Prabowo, H. Fauka Noor Farid, hadir langsung dalam acara tersebut dan melakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan organisasi.
Acara dihadiri perwakilan anggota dari berbagai daerah, antara lain Jabodetabek, Serang (Banten), Cianjur, Bandung, hingga sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penampilan hiburan dari artis ibu kota serta santunan kepada anak yatim dan dhuafa.
Dalam keterangannya kepada awak media, Fauka Noor Farid menyoroti berbagai isu nasional, termasuk kritik terhadap Presiden Prabowo. Ia menilai, berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti penyediaan makanan bergizi, merupakan upaya nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, yang menekankan pentingnya kesejahteraan dan kecerdasan bangsa.
Fauka juga menanggapi polemik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa apabila terjadi kekeliruan dalam pelaksanaan, hal tersebut tidak dapat serta-merta disalahkan pada program, melainkan pada oknum pelaksana.
Terkait kebijakan luar negeri, ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional merupakan strategi untuk memperkuat posisi diplomasi, termasuk dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo sejak awal konsisten menyuarakan sikap anti-kolonialisme dan anti-imperialisme, serta mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Menanggapi insiden gugurnya prajurit Indonesia akibat serangan Israel, Fauka menyatakan bahwa pemerintah telah meminta pertanggungjawaban kepada pihak terkait. Selain itu, pemerintah juga tengah mengirimkan pasukan Zeni Tempur (Denzipur) dan detasemen kesehatan dengan cakupan yang diperluas.
Langkah tersebut, kata dia, bertujuan memperkuat kehadiran Indonesia di wilayah terdampak konflik serta mencegah tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil.
(Widy Marhaen)