Skip to content

www.dinamikaxpress.com

PORTAL BERITA & INFORMASI TERKINI

cropped-Screenshot_20260428_185417_ChatGPT.jpg
Primary Menu
  • Beranda
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PEMBANGUNAN
  • DAERAH
  • HUKUM KRIMINAL
  • TNI POLRI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SEPUTAR KITA
  • KESEHATAN
  • HIBURAN
  • Uncategorized
  • OPINI
Light/Dark Button
Dinamikaxpress
  • Home
  • TNI POLRI
  • Letjen TNI Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais Buntut Kasus Air Keras
  • TNI POLRI

Letjen TNI Yudi Abrimantyo Mundur dari Kabais Buntut Kasus Air Keras

dinamikaxpress.com 26 Maret 2026 2 minutes read
Screenshot_20260326_085644_Google

Jakarta Dinamikaxposs.com – Sebuah langkah langka namun mengejutkan terjadi di Mabes TNI, Cilangkap. Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo resmi melepaskan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Mundurnya sang jenderal bintang tiga ini bukanlah rotasi biasa, melainkan sebuah pengakuan pahit atas kegagalan kontrol terhadap pasukannya di lapangan.

 

Pertanggungjawaban di Tengah Tragedi Dilansir dari Instagram @jabodetabek24info, langkah pengunduran diri ini merupakan buntut langsung dari kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan bukti awal yang mengarah pada dugaan keterlibatan oknum anggota BAIS, Letjen Yudi memilih untuk “pasang badan” sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komando. Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers yang digelar Rabu (25/3/2026), membenarkan adanya penyerahan jabatan tersebut. Namun, suasana di Mabes TNI tampak tegang dan penuh tanda tanya.

 

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” tegas Mayjen Aulia singkat, tanpa merinci apakah ini murni pengunduran diri sukarela atau “instruksi halus” dari Panglima TNI.

 

Retaknya Marwah Intelijen Kasus ini menjadi tamparan keras bagi TNI. Berikut adalah beberapa poin krusial yang perlu dicermati dari peristiwa ini:

 

Keterlibatan aparat intelijen dalam aksi kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan menunjukkan adanya “penyakit” dalam sistem pengawasan internal.

 

Mundurnya pejabat setingkat Kabais biasanya memicu perombakan besar-besaran di struktur bawah untuk membersihkan anasir-anasir yang menyalahgunakan wewenang.

 

Kasus Andrie Yunus telah menjadi perhatian internasional, memaksa TNI untuk bertindak transparan guna menjaga citra di mata dunia.

 

Publik kini menunggu: apakah ini hanya seremonial “cuci tangan” atau awal dari reformasi intelijen yang sesungguhnya? Penyerahan jabatan tanpa kejelasan status—apakah dicopot atau mundur—seringkali dianggap sebagai cara institusi melindungi marwah perwira tinggi dari noda hitam di penghujung karier.

 

Namun, bagi korban seperti Andrie Yunus, pengunduran diri ini tidak ada artinya jika proses hukum terhadap pelaku lapangan tidak tuntas hingga ke akarnya.

 

Penyerahan tongkat komando BAIS di tengah guyuran air keras terhadap pejuang HAM ini adalah pesan kuat bahwa jabatan setinggi apa pun tidak bisa menutup mata dari kebobrokan di lini bawah

(Arifianti)

About the Author

dinamikaxpress.com

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Bank BRI Bogor Dewi Sartika Hadir di IPB Career Days
Next: Jaga Keamanan Lingkungan, Polsek Kebon Jeruk Lakukan Patroli Jalan Kaki di Green Garden

Related Stories

IMG-20260730-WA0059
  • TNI POLRI

Tindak Lanjuti Aduan Masyarakat, Satreskrim Polres Jakbar Pastikan Tak Ada Gudang Handphone Rekondisi Ilegal di ruko 1000

dinamikaxpress.com 30 Juli 2026
IMG-20260730-WA0057
  • TNI POLRI

Polres Tangsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kranggan

dinamikaxpress.com 30 Juli 2026
3035527713
  • HUKUM KRIMINAL
  • TNI POLRI

Daftar 6 Anggota Polres Tangsel yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba, Kasatresnarkoba Ikut Diamankan

dinamikaxpress.com 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2026 Dinamikaxpress.com | MoreNews by AF themes.