Tangerang, Dinamikaxpress.com — Penantian panjang masyarakat Banten, khususnya wilayah Tangerang Raya, akhirnya terwujud. Asrama Haji Grand El Hajj yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang, kini resmi difungsikan untuk melayani proses keberangkatan dan pemulangan jemaah haji.
Dengan beroperasinya fasilitas ini, para jemaah tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Sebaliknya, mereka kini dapat memulai perjalanan ibadah dari lokasi yang lebih dekat dan strategis, yakni tak jauh dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Pemerintah Kota Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan pelayanan haji yang lebih efektif dan humanis pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan rasa syukur atas dioperasikannya asrama haji tersebut. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Gubernur Banten, Andra Soni, dalam acara pelepasan jemaah di Masjid Raya Al-A’zhom, Selasa (21/4/2026).
“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat membahagiakan. Dengan hadirnya Asrama Haji Grand El Hajj, jemaah tidak perlu lagi ke Pondok Gede. Pelayanan menjadi lebih dekat, mudah, dan nyaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik secara fisik maupun mental, agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
“Atas nama Pemkot Tangerang, kami mendoakan seluruh jemaah agar diberi kelancaran. Semoga perjalanan ini membawa perubahan menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menyempurnakan fasilitas asrama haji tersebut agar semakin optimal ke depannya.
“Fasilitas ini sudah mulai difungsikan. Meskipun belum sepenuhnya sempurna, kami bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus berkoordinasi agar fasilitas ini segera rampung dan manfaatnya semakin maksimal,” katanya.
Kemudahan layanan juga didukung dengan penerapan sistem fast track keimigrasian. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Samsudin, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan jemaah menyelesaikan proses imigrasi lebih cepat sebelum tiba di Arab Saudi.
“Dengan fast track, jemaah tidak perlu menunggu lama dalam antrean imigrasi. Setibanya di Arab Saudi, mereka bisa langsung melanjutkan proses berikutnya,” jelasnya.
Berdasarkan data, sebanyak 9.192 jemaah haji asal Banten akan diberangkatkan pada musim haji 2026, yang terbagi dalam 24 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, 1.567 di antaranya merupakan warga Kota Tangerang.
Selain itu, terdapat 80 jemaah kategori risiko tinggi yang juga mendapatkan perhatian khusus, termasuk jemaah lanjut usia. Jemaah tertua tercatat berusia 82 tahun, sementara yang termuda berusia 13 tahun.
Dengan lokasi keberangkatan yang lebih dekat, diharapkan para jemaah haji asal Banten dapat memulai perjalanan spiritual mereka dengan lebih nyaman dan khusyuk sejak dari tanah kelahiran. (Wans)