TANGERANG, dinamikaxpress.com — Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti pengajian rutin yang digelar pada Jumat (13/2/2026) di Masjid Ar-Rahmah UNDHI. Kegiatan yang dimoderatori Ustadz Gilang ini menghadirkan Ustadz Dedi sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Persiapan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan.”

Dalam pemaparannya, Ustadz Dedi menegaskan bahwa hakikat puasa tidak semata-mata menahan lapar dan dahaga, melainkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan proses pembinaan diri yang bertujuan membentuk pribadi bertakwa.
“Ramadhan bukan hanya soal menahan fisik, tetapi membersihkan hati. Karena pusat kendali manusia itu ada pada hati,” ujarnya di hadapan jamaah.
Merujuk pada pandangan ulama klasik seperti Imam Al-Ghazali, Ustadz Dedi menerangkan bahwa nafsu memiliki tingkatan dan bersemayam dalam inti hati (qalbu). Menurutnya, apabila hati berada dalam kondisi baik, maka seluruh perilaku manusia akan turut baik. Sebaliknya, jika hati rusak, maka rusak pula amal dan sikap seseorang.
Ia menekankan bahwa nafsu bukan untuk dimusnahkan, melainkan untuk dididik dan dikendalikan. Nafsu, lanjutnya, dapat menjadi kekuatan positif apabila diarahkan pada kebaikan, namun dapat pula mencelakakan jika dibiarkan tanpa pengendalian.
Dalam rangka menyambut Ramadhan, Ustadz Dedi mengajak jamaah untuk mulai melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) melalui introspeksi diri, memperbanyak istighfar, serta membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan kesombongan.
Selain itu, selama bulan Ramadhan umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, meningkatkan intensitas membaca dan mentadabburi Al-Qur’an, serta menjaga lisan dan perilaku. Ramadhan, menurutnya, merupakan madrasah spiritual yang mendidik manusia agar lebih disiplin, sabar, dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Kegiatan pengajian rutin di Masjid Ar-Rahmah UNDHI ini diharapkan menjadi wadah pembinaan ruhiyah bagi civitas akademika dan jamaah. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. (GUNAWAN)