Bekasi, Dinamikaxpress.com – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur tercatat sebanyak 15 orang hingga Selasa (28/4/2026). Selain itu, sedikitnya 88 orang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Data terbaru dari tim evakuasi menyebutkan bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan perempuan dewasa. Hal tersebut dikarenakan gerbong yang mengalami kerusakan paling parah merupakan gerbong khusus wanita pada rangkaian KRL.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula ketika sebuah kendaraan mogok di perlintasan sebidang di kawasan Bulak Kapal, tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan yang berada di atas rel tersebut mengganggu jalur perjalanan kereta.
Tidak lama kemudian, rangkaian KRL yang melintas di jalur tersebut tertemper kendaraan yang mogok dan terpaksa berhenti di jalur rel. Dalam kondisi tersebut, sekitar pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghentikan laju kereta sehingga menabrak bagian belakang KRL.
Benturan keras menyebabkan gerbong belakang KRL mengalami kerusakan berat dan ringsek. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong dan harus dievakuasi menggunakan peralatan khusus oleh tim SAR gabungan, kepolisian, serta petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Proses evakuasi berlangsung dramatis sepanjang malam hingga Selasa dini hari. Para korban luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis, sementara korban meninggal dunia dievakuasi untuk proses identifikasi.
Hingga Selasa pagi, proses evakuasi dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil dikeluarkan dari rangkaian kereta. Sementara itu, jalur kereta api di lintas Bekasi–Cikarang sempat mengalami gangguan dan saat ini dalam proses perbaikan serta normalisasi secara bertahap.
Pihak kepolisian bersama otoritas perkeretaapian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri faktor teknis dan kondisi pengamanan di perlintasan sebidang.
Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur ini menjadi salah satu insiden perkeretaapian paling serius dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan sistem keselamatan transportasi kereta api di Indonesia. (Red)