Bogor, Dinamikaxpress.com – Sebanyak 59 ketua RT dan RW Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mendatangi PT CS2 Pola Sehat di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, pada Kamis (25/9/2025). Mereka mempertanyakan lima poin tuntutan terkait aktivitas perusahaan yang dinilai merugikan warga sekitar.

Koordinator Paguyuban RT/RW Desa Ciadeg, Yadi Suryadi, menyebut pengeboran sumur bor yang dilakukan perusahaan berdampak pada sumur warga yang mulai mengering. Selain itu, warga menilai pengelolaan limbah pabrik tidak maksimal, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.
“CSR sudah beberapa tahun tidak berjalan, irigasi air bersih tidak diwujudkan, dan rekrutmen tenaga kerja pun tidak sesuai komitmen awal,” ujar Yadi.
Merespons aksi tersebut, perwakilan perusahaan, Ramdy Erdrayanto, menyatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi warga ke manajemen pusat. Ramdy juga menegaskan, aktivitas pengeboran sumur sementara dihentikan hingga ada kesepakatan bersama.
Komitmen penghentian pengeboran dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani perwakilan PT CS2 Pola Sehat, Arsa Widya. Dalam dokumen tersebut, perusahaan berjanji menampung seluruh aspirasi warga dan akan mengajukannya untuk dibahas di tingkat manajemen pusat.
“Pengeboran baru bisa dilakukan kembali jika sudah ada kesepakatan bersama dengan warga Desa Ciadeg,” demikian isi surat pernyataan yang turut ditandatangani Koordinator Paguyuban RT/RW Ciadeg, Yadi Suryadi, serta diketahui Sekretaris Desa Ciadeg, Mulyana.
Dengan adanya kesepakatan sementara ini, warga berharap perusahaan benar-benar memenuhi tuntutan, terutama terkait penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, serta kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
(Arifianti)