Skip to content

www.dinamikaxpress.com

PORTAL BERITA & INFORMASI TERKINI

cropped-Screenshot_20260428_185417_ChatGPT.jpg
Primary Menu
  • Beranda
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • PEMBANGUNAN
  • DAERAH
  • HUKUM KRIMINAL
  • TNI POLRI
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • SEPUTAR KITA
  • KESEHATAN
  • HIBURAN
  • Uncategorized
Light/Dark Button
Dinamikaxpress
  • Home
  • DAERAH
  • Warga Resah, Truk Tambang di Parung Panjang Bogor Beroprasi Diluar Jam Oprasional
  • DAERAH

Warga Resah, Truk Tambang di Parung Panjang Bogor Beroprasi Diluar Jam Oprasional

dinamikaxpress.com 1 Juli 2025 2 minutes read
IMG-20250701-WA0032

Parung Panjang, Bogor, Dinamikaxpress— Pelanggaran jam operasional truk tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kian menjadi-jadi. Puluhan truk terlihat bebas melintas di siang hari, meski jelas-jelas melanggar Peraturan Bupati Bogor tentang pembatasan waktu operasional.

Kondisi ini menuai sorotan dari masyarakat, aktivis, hingga tokoh masyarakat yang menilai pemerintah seolah tutup mata terhadap persoalan yang sudah bertahun-tahun terjadi.

 

Pantauan awak media dilapangan pada Selasa (1/7/25), tampak antrian panjang truk di Jalan Raya Parung Panjang, berdampingan dengan pengendara sepeda motor yang harus bertaruh nyawa di tengah jalan rusak dan bergelombang. Asap knalpot, debu, dan getaran akibat kendaraan berat menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar.

 

“Ini bukan lagi soal pelanggaran, tapi pembiaran. Pemerintah daerah dan aparat seolah kehilangan nyali menghadapi pengusaha tambang dan angkutan berat.

 

Dimana pengawasan mereka?” ujar seorang warga dari lingkungan Parung Panjang.

Warga menduga ada kongkalikong antara oknum aparat dan pemilik usaha tambang yang membuat aturan hanya sekadar formalitas di atas kertas.

 

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan lewat musyawarah, hingga aksi protes. Tapi tidak pernah ada tindak lanjut yang serius. Kalau begini terus, berarti ada yang diuntungkan dari kekacauan ini,” ujarnya.

 

Miris, peraturan yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi masyarakat justru diabaikan. Aturan jam operasional yang membatasi truk hanya boleh beroperasi malam hari kini seolah tak berlaku. Tak ada penindakan, tak ada razia, dan tak ada kejelasan sikap dari Pemkab Bogor.

 

“Jangan sampai rakyat yang sudah lelah akhirnya memilih bertindak sendiri. Pemerintah harus sadar, kepercayaan masyarakat bisa habis bila terus dikhianati,” tegas warga yang enggan disebut namanya , yang rumahnya tidak jauh dari jalan raya tersebut.

 

Masyarakat berharap penuh Bupati Bogor, Satpol PP, Dishub, dan aparat kepolisian setempat untuk bertindak tegas. Jika tidak, maka ketidakadilan dari praktik pembiaran ini bisa menimbulkan gejolak sosial yang lebih besar.

(Arifianti)

About the Author

dinamikaxpress.com

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Tak Kunjung Terselesaikan terkait TPU, Warga Pertanyakan ke Seriusan Pengembang Perumahan Tenjo City
Next: BM 79 Kopdar Bareng  Kanit Reskrim Polsek Cikupa dalam Momen HUT Bhayangkara ke-79

Related Stories

image_berita-c3543f8b-e859-4b85-85e8-366b4d8f364f
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN

Banten Catat Angka Melek Huruf 99,95 Persen, Akses Pendidikan Gratis Terus Diperluas

dinamikaxpress.com 30 Mei 2026
Screenshot_20260525_204216
  • DAERAH

Akses Bandara Diperbaiki, Pemkot Tangerang Gerak Cepat Tuntaskan Perbaikan Jalan Raya Perancis

dinamikaxpress.com 25 Mei 2026
berita-affefa04-fde3-461f-8b27-c6252d9456b3
  • DAERAH

Wujudkan Tranformasi Pembangunan Terpadu dan Berkelanjutan, Pemkab Tangerang Gelar Seminar TIDS

dinamikaxpress.com 25 Mei 2026
  • Beranda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Copyright ©2026 Dinamikaxpress.com | MoreNews by AF themes.