Bogor, Dinamikaxpress.com – Menjadi guru adalah pilihan hidup yang penuh pengabdian. Hal inilah yang diyakini oleh Muslich Taman, guru sekaligus Humas di SMAN 1 Rumpin, Kabupaten Bogor. Bagi Muslich, profesi guru bukan hanya pekerjaan, tetapi jalan dakwah dan ibadah yang mulia.
“Di antara sekian banyak karunia hidup yang Allah berikan, yang paling agung dan selalu kusyukuri adalah ketika Allah menakdirkanku menjadi seorang guru. Bagi saya, guru adalah pewaris para nabi,” ungkap Muslich.
Latar Belakang Sederhana
Muslich berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang petani, ibunya ibu rumah tangga. Dari tujuh bersaudara, hanya ia dan kakaknya yang menekuni profesi guru. Berbeda dengan istrinya yang berasal dari keluarga pendidik, Muslich menilai bahwa jalan hidup ini adalah takdir terbaik yang Allah pilihkan.
Profesi Mulia, Tantangan Besar
Menurut Muslich, menjadi guru berarti siap menanggung tanggung jawab besar, mulai dari mengajar, mendidik, hingga menjadi orang tua kedua bagi para siswa. Ia mengaku, tak jarang guru juga harus menjadi pendengar yang baik bagi murid-murid yang tengah menghadapi persoalan keluarga maupun sosial.
“Profesi guru memang penuh tantangan. Banyak yang mengatakan tanggung jawabnya berat, sedangkan gajinya kecil. Tapi bagi saya, bukan soal berapa gaji yang diterima, melainkan berapa banyak amal jariyah yang ditinggalkan melalui murid-murid yang sukses, saleh, dan berilmu,” jelasnya.
Guru Sebagai Jalan Ibadah
Muslich menegaskan bahwa profesi guru adalah ladang pahala. Ia mengutip sabda Rasulullah yang menyebut bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan jalan menuju surga. “Kalau yang menuntut ilmu saja dimuliakan, apalagi mereka yang mengajarkannya,” tambahnya.
Ia juga mengingat pesan tokoh dunia seperti Aristoteles hingga Nelson Mandela yang menegaskan pentingnya pendidikan sebagai senjata mengubah peradaban.
Bangga Menjadi Guru
Meski penuh suka duka, Muslich mengaku tak pernah menyesal memilih profesi guru. Justru ia merasa bangga dan bahagia. “Selama Allah masih memberi kesempatan untuk mengajarkan ilmu, saya akan terus menjalani dengan penuh cinta dan pengabdian,” pungkasnya.
(Reny)