Jakarta, Dinamikaxpress.com — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah menteri baru dalam reshuffle Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin siang, dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 86/P Tahun 2025.
Salah satu sorotan utama adalah penggantian Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati, yang sebelumnya dikenal luas sebagai sosok teknokrat dengan reputasi internasional.
Selain Purbaya, Prabowo juga melantik tiga menteri lain serta satu wakil menteri, yakni:
Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding.
Ferry Joko Juliantono sebagai Menteri Koperasi dan UKM, menggantikan Budi Arie Setiadi.
Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah, kementerian baru yang dibentuk dalam reshuffle kali ini.
Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Reaksi Pasar dan Publik
Pengangkatan Purbaya sebagai Menteri Keuangan terjadi di tengah ketegangan sosial pasca protes besar-besaran menolak tunjangan DPR. Aksi yang berujung kerusuhan itu memicu kekhawatiran stabilitas politik.
Pasar pun bereaksi. IHSG ditutup melemah 1,3%, sementara rupiah justru menguat sekitar 0,7% terhadap dolar AS. Analis menilai pasar masih menunggu sinyal kebijakan fiskal dari menteri baru.
Janji Menteri Keuangan Baru
Dalam pernyataan perdananya, Purbaya menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi hingga 8% bukan hal yang mustahil. Ia berkomitmen melanjutkan kebijakan yang telah dirintis Sri Mulyani, namun dengan penekanan pada percepatan pertumbuhan melalui peran lebih besar sektor swasta dan pemerintah.
“Kita harus bergerak cepat. Fondasi yang sudah ada akan kita perkuat, tanpa harus mengulang dari nol,” ujarnya.
Kekhawatiran Analis
Meski demikian, sejumlah analis menilai perubahan ini berpotensi mengurangi independensi kebijakan fiskal. Hal itu penting mengingat Prabowo memiliki agenda ambisius, mulai dari program makan gratis hingga peningkatan belanja pertahanan.
Sri Mulyani dikenal sebagai menteri yang disiplin menjaga defisit dan kredibilitas fiskal Indonesia. Pergantiannya menimbulkan pertanyaan apakah disiplin tersebut akan tetap terjaga di bawah kepemimpinan baru.
Reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo menandai arah baru pemerintahan, dengan memasukkan tokoh-tokoh strategis sekaligus membentuk kementerian baru. Namun, tantangan besar menanti, baik dari sisi stabilitas fiskal maupun kepercayaan pasar terhadap komitmen pemerintah menjaga disiplin ekonomi.