JAKARTA, Dinamikaxpress.com – PT LCK Global Kedaton Tbk, emiten di sektor infrastruktur telekomunikasi yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2018, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik pada Selasa, 24 Juni 2025. Acara diselenggarakan secara hybrid, dengan lokasi fisik di Hotel Orchardz Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, serta partisipasi daring melalui platform eASY.KSEI.

Rapat dimulai pukul 10.30 WIB dan dihadiri oleh jajaran direksi, dewan komisaris, pemegang saham, serta perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agenda ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan terhadap keterbukaan informasi dan kepatuhan regulasi pasar modal sesuai ketentuan BEI No. I-E.
RUPS Tetapkan Sejumlah Keputusan Strategis
Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui sejumlah keputusan penting, antara lain:
Pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku 2024. Penetapan penggunaan laba bersih tahun 2024. Penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk audit tahun buku 2025. Penetapan honorarium bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
Direktur Perseroan, Yopie Tribayu, SH, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham. “Kami berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang baik, efisiensi operasional, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Paparan Publik: Fokus Ekspansi dan Modernisasi Jaringan
Dalam sesi paparan publik, manajemen LCK memaparkan capaian operasional selama 2024 serta arah strategis ke depan. Salah satu sorotan utama adalah penguatan pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) dan jaringan fiber optik di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Bali, NTB, dan NTT.
LCK juga tengah aktif dalam proyek relokasi kabel udara ke sistem bawah tanah (ducting), terutama di kawasan perkotaan. Inisiatif ini dinilai krusial demi mendukung estetika kota dan keamanan jaringan.
“Ke depan, kabel-kabel semrawut di atas jalanan kota akan beralih ke sistem ducting bawah tanah. Ini bukan sekadar proyek estetika, tetapi bagian dari efisiensi dan keamanan jaringan,” jelas Andi Maulana, Project Manager LCK.
Ekspansi ke Wilayah Potensial dan Komitmen Digitalisasi Daerah 3T
Perseroan juga menyampaikan rencana ekspansi ke wilayah dengan penetrasi jaringan rendah namun pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan, seperti Sumatera bagian tengah dan selatan, Sulawesi Tengah, serta NTT dan Kalimantan Timur.
“Kami ingin berkontribusi aktif dalam pemerataan akses digital, terutama melalui pembangunan fiber-to-the-home (FTTH) dan penyediaan layanan sebagai Internet Service Provider (ISP) di daerah-daerah 3T,” imbuh Yopie Tribayu.
Kolaborasi Strategis dan Struktur Manajemen Baru
LCK telah membangun kemitraan strategis dengan sejumlah entitas besar, termasuk Telkomsel, Tower Bersama Group, serta BUMN dan BUMD seperti Perindo dan PT Febrina Wijaya, untuk pengembangan infrastruktur backbone nasional.
Struktur manajemen Perseroan per 2025 juga diumumkan, dengan susunan sebagai berikut:
Direktur Utama: Kenny Lim
Direktur: Yopie Tribayu, SH
Komisaris: Susan Lim
Komisaris Independen: Sungkana
Komposisi ini mencerminkan keseimbangan antara profesional muda dan figur senior yang berpengalaman di sektor digital dan infrastruktur.
(Kelvin – Dinamikaxpress.com)