
TANGERANG, Dinamikaxpress.com — Gaharu Nusantara Bersinar (GNB) Provinsi Banten bersama GNB Kota Tangerang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, serta Pewarna kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan bullying.
Kegiatan edukatif ini digelar di SMP Benda dan MI Al-Muhajirin yang berlokasi di Jalan Kp. Jati Baru No.7, RT 002/RW 007, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, pada Kamis (30/4/2026). Materi yang disampaikan berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba serta dampak negatif perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Dengan pendekatan komunikatif dan mudah dipahami, perwakilan dari BNN Kota Tangerang, Ayuk, mengajak para siswa untuk mengenali sejak dini bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan. Ia juga menekankan pentingnya membangun sikap saling menghargai antar sesama pelajar.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi, bahkan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait kehidupan sehari-hari di sekolah.
Bendahara GNB Provinsi Banten dalam keterangannya menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai kebangsaan perlu dimulai sejak usia dini.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali pemahaman yang kuat agar mampu menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba dan bullying, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GNB Kota Tangerang, Erwin Silitonga, S.Sos, secara khusus menyampaikan materi tentang bullying. Ia menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif berulang yang dapat menyakiti secara fisik, verbal, maupun sosial, dan harus dicegah melalui edukasi sejak dini.
Erwin memaparkan berbagai jenis bullying, di antaranya:
Bullying fisik: menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, hingga meninju.
Bullying verbal: membentak, memaki, menghina, meledek, dan mempermalukan.
Bullying relasional: mengucilkan, menyebarkan gosip, serta membeda-bedakan teman.
Ia juga menyoroti dampak serius dari bullying, seperti penurunan prestasi akademik, gangguan emosional, kecemasan, depresi, hingga risiko bunuh diri.
Kepala Sekolah SMP Benda dan MI Al-Muhajirin, Burhanudin, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya narkoba dan pentingnya menjaga perilaku di lingkungan sekolah. Kami berharap program seperti ini dapat terus berkesinambungan,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan kondusif, sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, percaya diri, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
(DELISMA)